Jumat, 18 September 2015

ISHMAEL DALAM TAFSIR YAHUDI: Midrash Rashi dan Targum Onqelos

Rashi (Rabbi Shlomo ben Yitzhaq) menafsirkan nas kitab Kejadian 16:12 yang menyangkut penjelasan ayat yang berbunyi: ”..... ve ‘al peney kol ehaiv yishkon, Rashi mengartikannya sebagai sheyyihye zar’o gadol (ini bermakna bahwa keturunan Ishmael akan menjadi bangsa yang besar), sebagaimana tercatat juga dalam Bereshit Rabbah 45:9 dan Pirkei de-Rav Eliezer 30. Jadi, menurut Rashi, keturunan Ishmael akan menjadi bangsa yang besar, za’o gadol (זַרְעוֺ גָּדוֹל), sama seperti Ishmael sendiri juga dinyatakan menjadi bangsa yang besar, goy gadol (גוֹי גָּדוֹל) sesuai nas Kejadian 21:18, bahkan sama seperti Abraham yang juga dinyatakan menjadi bangsa yang besar, goy gadol (גוֹי גָּדוֹל) sesuai nas Kejadian 12:2. Berdasarkan nas Kejadian 12:2, Allah menjadikan Abraham sebagai bangsa yang besar, goy gadol (גוֹי גָּדוֹל), maka sebagai realisasi janji tersebut, Allah menyertai Abraham, sesuai nas Kejadian 21:22, yang berbunyi: ”Elohim ’immekha...” (אֱלֹהִים עִמְּךָ), yang artinya: ”Allah menyertai engkau...” Lalu, bagaimana Allah menyertai Abraham? DalamTargum Onqelos berbahasa Aram, nas tersebut diterjemahkan demikian: ”Meimra de-Alaha be-sa’adakha...” (מֵימְרָא דֵייָ בְּסַעֲדָךְ). Artinya: ”Firman (Aram: מֵימְרָא, Meimra) Allah bersamamu.” Itu berarti Allah menyertai Abraham dengan Firman-Nya. Begitu juga Allah menjadikan Ishmael sebagai bangsa yang besar, goy gadol (גוֹי גָּדוֹל), sesuai nas Kejadian 21:18, maka sebagai realisasi janji itu, Allah juga menyertai Ishmael, sesuai nas Kejadian 21:20, yang berbunyi: ”va yehi Elohim et han-na’ar...” (וֵיְהִי אֱלֹהִים אֶת הַ־נַּעָר), yang artinya: ”Allah menyertai anak itu...” Dalam Targum Onqelos berbahasa Aram, nas tersebut diterjemahkan demikian:  ”wa hawah Meimra de-Alaha be-sa’adeh de-ravya...” (וַהֲוָה מֵימְרָא דֵייָ בְּסַעֲדֵהּ דְּרַבְיָא). Artinya: ”dan Firman (Aram: מֵימְרָא, Meimra) Allah menyertai anak itu.” Itu berarti Allah juga menyertai Ishmael dengan Firman-Nya. Sesuai nas Alkitab, di manapun Ishmael berada, selalu ada penyertaan Tuhan. Mengapa Allah selalu menyertai Ishmael? Jawabannya sangat sederhana, sebab Allah sendiri telah merancang untuk menjadikan Ishmael sebagai bangsa yang besar, goy gadol (גוֹי גָּדוֹל) sesuai janjinya, sebagaimana nas yang termaktub dalam kitab Kejadian 17:20; 21:13 dan 21:18. Sejak dalam kandungan Hagar, Allah melalui malaikat-Nya, Mal’akh YHWH (מַלְאַךְ יְהוָה) selalu menyertai Ishmael (Kejadian 16:10-11), begitu juga saat Ishmael bertumbuh sebagai seorang anak, Allah mendengar seruan Ishmael (Kejadian 21:17), dan Allah juga menyertai Ishmael hingga ia bertambah besar serta menikah dan tinggal di padang gurun Paran (Kejadian 21:20-21). Di padang gurun Paran inilah, Ishmael mengalami puncak penyertaan Allah yang sangat luar biasa, sebagaimana penegasan dalam Targum Onqelos berbahasa Aram, terkait nas Kejadian 21:20 yang berbunyi:  ”wa hawah Meimra de-Alaha be-sa’adeh de-ravya...” (וַהֲוָה מֵימְרָא דֵייָ בְּסַעֲדֵהּ דְּרַבְיָא), yang artinya: ”dan Firman (Aram: מֵימְרָא, Meimra) Allah menyertai anak itu. Oleh karena itulah, padang gurun Paran, tempat tinggal Ishmael (Kejadian 21:21) dalam Alkitab disebut sebagai El-Paran, yakni El yang menyertai Ishmael di padang gurun Paran, yang menyiratkan adanya penyertaan Allah di padang gurun Paran tersebut. Dengan kata lain, bila Allah menyertai Ishmael di padang gurun Paran (Kejadian 21:20-21), maka padang gurun itu disebut El-Paran (Kejadian 14:6), karena di padang gurun itulah Ishmael mengalami penyertaan El yang disembah Abraham. Jadi, penyertaan Allah terhadap Ishmael bukan hanya pada saat dia masih hidup, bahkan hingga kematiannya pun menandakan adanya penyertaan Allah atas dirinya (Kejadian 25:17). Begitu juga penyertaan Allah atas keturunan Ishmael, karena mereka juga akan menjadi bangsa yang besar, sebagaimana Rashi mengartikan nas Kejadian 16:12 yang menyebut keturunan Ishmael sebagai zar’o gadol (keturunannya akan menjadi bangsa yang besar).

Bila Rashi menafsirkan nas Kejadian 16:12 yang menyangkut penjelasan ayat yang berbunyi: ”..... ve ‘al peney kol ehaiv yishkon, Rashi mengartikannya sebagai sheyyihye zar’o gadol (ini bermakna bahwa keturunan Ishmael akan menjadi bangsa yang besar), maka hal ini berarti dalam pemahaman Rashi, Allah juga menjadikan keturunan Ishmael sebagai bangsa yang besar, goy gadol (גוֹי גָּדוֹל). Oleh sebab itu, sebagai realisasi janji tersebut, Allah juga menyertai keturunan Ishmael dengan Firman-Nya, bahkan mempercayakan Firman-Nya kepada mereka, sebagaimana nas yang tertulis dalam kitab Amsal 30:1-33 dan Amsal 31:1-31. Ucapan-ucapan hikmat yang dituturkan oleh Agur bin Yake, keturunan Massa (the words of Agur, son of Jakeh the Massaite), Agur ben Yaqeh ha-Massa (אָגוּר בִּן-יָקֶה-הַמַּשָּׂא) dalam kitab Amsal 30:1-33, dan ucapan-ucapan hikmat yang juga dituturkan oleh Lemuel, raja Masa (the words of Lemuel, king of Massa), Lemuel melekh Massa (לְמוּאֵל מֶלֶךְ-מַשָּׂא) dalam kitab Amsal 31:1-31, merupakan bukti bahwa Allah menyertai keturunan Ishmael dengan Firman-Nya, sebab keduanya adalah keturunan Massa, anak Ishmael (Genesis 25:14; I Tawarikh 1:30). Bila Allah tidak menyertai keturunan Massa, anak Ishmael, maka mustahil Allah mempercayakan Firman-Nya kepada mereka, sesuai nas yang termaktub dalam kitab Amsal 30:1-33; 31:1-31.


[1] Rabbi Yisrael Isser Zvi Herzeg (ed.). Ferosh Rashi ‘al ha-Torah: Sefer Bereshit. The Torah: With Rashi’s Commentary Translated, Annotated, and Elucidated. The Sapistein Edition (Brooklyn, New York: Mesorah Publications, Ltd., 2011), hlm. 158

[2] Rabbi Nosson Scherman dan Rabbi Meir Zlotowitz (ed.), Humash Humshe Torah Torah ‘im Targum Onqelos Parashi Haftharot ve Humash Megillot. The Torah: Haftaros and Five Megillos with a Commentary Anthologized from the Rabbinic Writings (Brooklyn, New York: Mesorah Publications, Ltd., 1996), hlm.98

[3] Ibid., hlm. 98

[4] JPS Hebrew – English TANAKH: the Traditional Hebrew Text and the New JPS Translation, second edition (Philadelphia: the Jewish Publication Society, 1999), hlm.1651,1653

Tidak ada komentar:

Posting Komentar