Entah kenapa kata jihad sekarang
dimaknai dengan aksi kekerasan baik oleh bom maupun oleh pemenggalan kepala,esensi
islam yang awalnya sebagai kepasrahan
diri kepada sang tuhan sekarang berubah menjadi keganasan diri. Terkadang kita
beragama hanya sibuk cari ribut sok peduli tapi sebenarnya sudah
masuk mencampuri urusan orang lain bukan kepedulian yang malah kita tunjukan
tapi kebesaran diri yang kita tampakkan
apalagi membantu orang pakai
embel-embel dari organisasi islam mana
kita berasal.
Kenapa islam harus begitu,kita
mengembangkan konsep keagamaan yang dimana ego adalah landasan utama
menjalankan ibadah. Sadar atau tidak sekarang perjuangan umat islam itu
harusnya bukan lagi soal menegakkan
khilafah,menerapkan syariah formal , memperdebatkan masalah masuk surga atau
neraka,masalah murtad dan tidak murtad, halal atau haram, apalagi
memperdebatkan orang itu sudah islam apa belum atau yang lebih konyol
memperdebatkan sesuatu yang kita klain begitu saja sebagai bagian dari agama
kita sebenarnya bukan.
Sekarang itu harusnya arah perjuangan
kita berubah, masalah yang menyangkut keagamaan perlulah di diskusikan
baik-baik antara ulama dan komponen umat islam lain tidak perlulah kita saling
cap situ murtad,situ kafir, situ yahudi, situ syiah,situ jin,situ setan nanti
ujungnya kita akan emosi lebih baik kita tenangkan diri,refleksikan nilai-nilai
agama kita dengan benar jangan kita buat panas kepala lebih baik buat air panas
sedu kopi bisa menghilangkan stress daripada harus berdebat tuhan mana yang
benar karena nanti ujungnya kita akan sakit hati karena setiap orang itu
pemahaman agamanya belum tentu sama dan belum tentu sepaham.
Percuma kita mendirikan syariah
apalagi menegakkan khilafah kalau apa yang kita tegakkan tidak merubah dengan
lebih baik lingkungan atau tempat kita tinggal karena arah perjuangan sekarang
menurut saya bukan berjuang untuk agama tapi berjuang untuk planet. Saya
menulis hal ini karena apakah paham agama kita hanya sebatas pada teori saja
dan ritual tanpa adanya implementasi,harusnya pertanyaan yang relevan bukan
pada bagaimana islam bisa mendominasi
bumi tapi bagaimana islam menyelamatkan bumi dan bagaimana islam bisa mendomisasi
peran dari upaya menyelematkan bumi?.
Ini bukan soal banyak-banyakin pengikut
tapi kualitas pengikut itu sendiri,bagaimana diantara sekian banyak pengikut
mereka merefleksikan nilai agama untuk memberi kontribusi pada keselamatan
planet.buka mata dan buka hati serta pikiran disaat orang islam teriak-teriak
soal yang remeh temen disaat itu pula setiap detik ekosistem dunia
hancur,percuma menegakkan hagemoni agama kita di atas planet yang sedang sakit.
Tidak perlu di artikel ini saya
jabarkan rangkain statistik lengkap
kehancuran planet karena sekarang hampir semua orang tahu ada
ketidakberesan dengan planet kita tapi apakah kita mau diam,hanya duduk zikir
dan berdoa untuk planet kita tapi sibuk beraksi untuk urusan yang remeh temeh. Cobalah
untuk tidak berpikir kaku,berpikir yang tertutup,buka pikiran lihat dan rasakan
lingkungan sekita apa rubah apa yang bisa di rubah dan janganlah mencampuri
urusan orang lain daripada mencampuri urusan orang lain lebih baik rangkul
mereka menjadi saudara, ajak bersama untuk melestarikan planet kita tidak harus
jadi aktifis lingkungan tanpa ada organisasi lingkungan pun seharusnya itu
adalah jihad kalau jihad itu yang dalam tujuannya
mempertahankan maka sesuailah dengan konteks masalah ini .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar