Rabu, 16 Desember 2015

JIHADLAH UNTUK PLANETMU BUKAN UNTUK AGAMAMU

          Entah kenapa kata jihad sekarang dimaknai dengan aksi kekerasan baik oleh bom maupun oleh pemenggalan kepala,esensi islam yang awalnya  sebagai kepasrahan diri kepada sang tuhan sekarang berubah menjadi keganasan diri. Terkadang kita beragama hanya sibuk cari ribut sok peduli tapi sebenarnya   sudah masuk mencampuri urusan orang lain bukan kepedulian yang malah kita tunjukan tapi kebesaran diri yang kita tampakkan  apalagi  membantu orang pakai embel-embel  dari organisasi islam mana kita berasal.
         Kenapa islam harus begitu,kita mengembangkan konsep keagamaan yang dimana ego adalah landasan utama menjalankan ibadah. Sadar atau tidak sekarang perjuangan umat islam itu harusnya  bukan lagi soal menegakkan khilafah,menerapkan syariah formal , memperdebatkan masalah masuk surga atau neraka,masalah murtad dan tidak murtad, halal atau haram, apalagi memperdebatkan orang itu sudah islam apa belum atau yang lebih konyol memperdebatkan sesuatu yang kita klain begitu saja sebagai bagian dari agama kita sebenarnya bukan.
          Sekarang itu harusnya arah perjuangan kita berubah, masalah yang menyangkut keagamaan perlulah di diskusikan baik-baik antara ulama dan komponen umat islam lain tidak perlulah kita saling cap situ murtad,situ kafir, situ yahudi, situ syiah,situ jin,situ setan nanti ujungnya kita akan emosi lebih baik kita tenangkan diri,refleksikan nilai-nilai agama kita dengan benar jangan kita buat panas kepala lebih baik buat air panas sedu kopi bisa menghilangkan stress daripada harus berdebat tuhan mana yang benar karena nanti ujungnya kita akan sakit hati karena setiap orang itu pemahaman agamanya belum tentu sama dan belum tentu sepaham.
             Percuma kita mendirikan syariah apalagi menegakkan khilafah kalau apa yang kita tegakkan tidak merubah dengan lebih baik lingkungan atau tempat kita tinggal karena arah perjuangan sekarang menurut saya bukan berjuang untuk agama tapi berjuang untuk planet. Saya menulis hal ini karena apakah paham agama kita hanya sebatas pada teori saja dan ritual tanpa adanya implementasi,harusnya pertanyaan yang relevan bukan pada bagaimana  islam bisa mendominasi bumi tapi bagaimana islam menyelamatkan bumi dan bagaimana islam bisa mendomisasi peran dari upaya menyelematkan bumi?.
        Ini bukan soal banyak-banyakin pengikut tapi kualitas pengikut itu sendiri,bagaimana diantara sekian banyak pengikut mereka merefleksikan nilai agama untuk memberi kontribusi pada keselamatan planet.buka mata dan buka hati serta pikiran disaat orang islam teriak-teriak soal yang remeh temen disaat itu pula setiap detik ekosistem dunia hancur,percuma menegakkan hagemoni agama kita di atas planet yang sedang sakit.

        Tidak perlu di artikel ini saya jabarkan rangkain  statistik lengkap kehancuran planet karena sekarang hampir semua orang tahu ada ketidakberesan dengan planet kita tapi apakah kita mau diam,hanya duduk zikir dan berdoa untuk planet kita tapi sibuk beraksi untuk urusan yang remeh temeh. Cobalah untuk tidak berpikir kaku,berpikir yang tertutup,buka pikiran lihat dan rasakan lingkungan sekita apa rubah apa yang bisa di rubah dan janganlah mencampuri urusan orang lain daripada mencampuri urusan orang lain lebih baik rangkul mereka menjadi saudara, ajak bersama untuk melestarikan planet kita tidak harus jadi aktifis lingkungan tanpa ada organisasi lingkungan pun seharusnya itu adalah jihad kalau jihad itu  yang dalam tujuannya mempertahankan maka sesuailah dengan konteks masalah ini .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar